Sunday, October 26, 2014

Edukasi dan Kegiatan: Program Steril Massal ARAC Oktober 2014

Yth rekan2 ARAC,

Kami masih banyak menerima pertanyaan mengenai sterilisasi: "Kenapa harus disteril?" "Apakah seluruh anjng yg mencari adopter harus disteril?" "Bukankah steril bertentangan dengan hak berkembang biak hewan, dan bisa memusnahkan mereka?"


Jika kita semua mau mengakui, saat ini di Indonesia, masalah populasi anjing dan kucing sudah sangat meresahkan: ditinggalkan pemilik di rumah kosong, dibuang di jalan tol, ditelantarkan karena jumlah yang banyak sehingga tidak mampu dirawat pemiliknya, dan yang paling banyak dibicarakan adalah: untuk dijadikan konsumsi di lapo. Belum lagi pembiakan anjing dan kucing yang dilakukan untuk kepentingan komersil (dijual).

  • Jadi, apa masalah terbesar hewan domestik di Indonesia saat ini? Jawabannya adalah: POPULASI.
  • Bagaimana kita bisa membantu melindungi hak hidup hewan agar hidup lebih layak? Jawabannya yaitu: STERILISASI.

Kami menyarankan rekan2 semua untuk adopsi, tidak membeli. Namun yang paling penting adalah: dari manapun teman2 mendapatkan anjing atau kucing untuk dipelihara, lindungi hak hidup dan hak mereka untuk hidup lebih sehat melalui STERILISASI dan VAKSINASI.

Apakah sterilisasi ada risikonya? YA. Tapi jika dilakukan di dokter hewan terpercaya, dan memperhatikan kondisi anjing sebelum disteril dalam kondisi sehat (tidak mencret, tidak sakit kulit parah, tidak terpapar virus atau penyakit menular), maka anjing dan kucing yang disteril akan kembali pulih dan sehat.
Sterilisasi juga mengurangi agresifitas pada anjing jantan, penyakit kulit yang muncul karena hormon, dan menghindarkan hewan dari risiko tumor di usia tuanya.


ARAC akan terus konsisten melakukan edukasi pentingnya sterilisasi pada rekan2 semua. Melalui postingan ini, kami mengajak rekan2 untuk memperhatikan kondisi sekitar, betapa banyaknya anjing dan kucing yang menderita karena terlalu tingginya populasi mereka, dan mereka hidup di jalan dan di tempat2 yang berisiko tinggi yang berujung pada kematian. Langkah pertama yang kita semua bisa ambil adalah menjadi pemilik hewan peliharaan yang bertanggung jawab, melalui sterilisasi dan vaksinasi anjing dan kucing kita.

Bulan Oktober ini, ARAC dibantu oleh donatur Bpk Tomy Harjono dari Makassar, merealisasikan program steril massal yang dilakukan terhadap 57 ekor anjing yang tersebar lokasinya di Jakarta, Depok, Serpong dan Tangerang. Sebagian kasus yang dibantu melalui program ini:

  • Kasus pemulung Grogol
  • Anjing yang ditampung di Pak Tri dan Bu Linda (yang dibantu rutin bulanan oleh ARAC)
  • Kasus yang ditangani Shelter Pejaten
  • Kasus yang ditangani tim Dogsterindo di daerah kampus UI, Depok
  • Anjing yang ditampung dan di perumahan bu Santi, daerah Kalideres
  • Kasus2 lainnya yang dibantu relawan kami, dan yang dilaporkan melalui email

Berikut foto2 dari program steril ARAC yang dilakukan di sepanjang bulan Oktober 2014:

  
 
 

 

Terima kasih kami yang sebesar-besarnya untuk Bpk Tomy, dengan bantuan dan donasinya ARAC dan rekan2 lain terbantu melalui dana steril, transportasi, dan kandang2 untuk membantu membawa anjing2 yang disteril. Terima kasih kami juga untuk drh. Rini yang melakukan proses sterilisasi, donasi rekan2 lainnya, relawan yang membantu, dan pelapor yang bersedia menemani atau membantu kami saat ke lokasi.

Kami juga membuka bantuan steril tanpa dipungut biaya, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Untuk kasus anjing liar (stray dog) tanpa pemilik, dan dapat dikembalikan lagi ke lokasi setelah disteril (kami utamakan anjing liar namun jinak / bisa dipegang, yang artinya sering diberi makan/dikunjungi teratur oleh pelapornya)
  • Untuk orang yang merawat banyak anjing di rumahnya, dan setelah disteril masih bersedia untuk merawat anjing2nya

Rekan2 bisa mengirim email ke steril.arac@gmail.com, jika menemui kasus seperti di atas, dan bersedia membantu kami saat realisasi program sterilnya.

Salam,
ARAC

No comments:

Post a Comment