Sunday, December 22, 2013

Edukasi: Adopsi Lebih Mahal daripada Membeli?

Dari pengalaman kami menangani proses adopsi, ada pertanyaan yang diajukan seperti, "Kok adopsi harus membayar? Lebih baik membeli di petshop dong daripada mengadopsi?"


Teman-teman, yang harus diingat dan kita pertimbangkan saat kita hendak mengambil hewan peliharaan (entah itu anjing, kucing, kelinci, dsb), adalah bahwa merawat mereka membutuhkan uang. Karena merawat hewan peliharaan saat ini sudah jauh berbeda dengan 10 tahun lalu misalnya, dimana populasi hewan tidak sebanyak sekarang dan tingkat kompleksitas dan kepadatan manusia jauh lebih rendah dibandingkan saat ini.
Jadi, mengapa merawat hewan peliharaan itu membutuhkan uang?

1. Untuk vaksinasi
Generasi kita terdahulu (orang tua atau kakek nenek kita misalnya), atau saat ini di kota-kota yang belum sepadat Jakarta misalnya, perawatan hewan peliharaan seperti anjing dianggap hal yang sederhana dan tidak merepotkan. Anjing dilepas di luar rumah, kawin kemudian beranak, sakit kemudian mati, semua hal ini tidak dianggap sebagai hal yang sangat penting.


Namun saat ini, kalau kita perhatikan, jenis penyakit yang menimpa hewan domestik (seperti anjing dan kucing), makin bertambah dan lebih kompleks (sama dengan yang menimpa manusia). Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, seperti bahan kimia pada makanan, faktor genetik yang berubah, dsb. Karena itu, HAL PERTAMA yang harus kita ingat jika memiliki hewan peliharaan adalah memberikannya vaksinasi, dengan membawanya ke dokter hewan. Vaksinasi akan meningkatkan kekebalan untuk melawan beragam virus / bakteri yang dapat menjangkit hewan peliharaan kita.


Info: Vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing bervariasi biayanya, dimulai dari 150 ribu rupiah.

2. Untuk Sterilisasi
"Apa itu sterilisasi? Mengapa harus disteril? Bukankah ini bertentangan dengan proses alami mahluk hidup untuk kawin dan beranak?"


Sama jawabannya seperti pada poin 1: Perawatan hewan peliharaan, dan jumlah mereka saat ini, sudah sangat berbeda dengan 10 tahun lalu. Anjing memiliki siklus kawin 2x dalam 1 tahun, dan jika seekor induk melahirkan minimal 4 ekor di siklus pertama, maka dengan proses pencarian adopter yang sangat sulit saat ini (atau diberikan / diambil oleh orang lain yang kita tidak syaratkan sterilisasi), maka di siklus berikutnya (dan ditambah di tempat lain anjing tersebut berada) jumlah total anjing bisa mencapai minimal 8 ekor, atau 2x lipat jumlah awalnya.


Kami menerima banyak sekali laporan kasus yang sebenarnya bisa dihindari jika sterilisasi dilakukan. Sterilisasi juga membawa dampak positif untuk kesehatan anjing dalam jangka panjang. Walaupun ada risiko dalam operasinya (risiko bisa sangat minimal jika anjing dalam kondisi sehat, tidak berkutu atau kena penyakit kulit), atau efek steril yang dapat menggemukkan anjing atau kucing (bisa dihindari dengan pola makan yang baik dan aktif bergerak / diajak jalan-jalan untuk anjing), sterilisasi adalah hal yang sangat positif untuk dilakukan.


Sterilisasi mahal? Ya, karena sterilisasi adalah proses operasi yang membutuhkan keahlian dokter hewan yang baik, biaya bius, dan benang jahit dengan kualitas baik. Sterilisasi dilakukan sekali seumur hidup untuk hewan peliharaan kita, dan biaya yang dikeluarkan ini sama sekali tidak mahal jika dibandingkan dengan hasil akhirnya (tidak menimbulkan masalah populasi hingga berujung dibuang/dihibahkan, dan mengurangi risiko penyakit).

Info: biaya sterilisasi kucing bervariasi dimulai dari 100-150 ribu rupiah, untuk anjing jantan dan betina bervariasi dimulai dari 500 ribu dan 700 ribu rupiah.

3. Untuk pengobatan
Jika kita menganggap hewan peliharaan kita adalah bagian dari keluarga / kehidupan kita, maka kita harus siap mengeluarkan biaya dari penghasilan kita untuk pengobatan jika mereka sakit. Penyakit yang timbul pada hewan peliharaan misalnya anjing bisa berasal dari faktor genetik (misalnya penyakit kulit seperti demodex), kurang baiknya pemeliharaan / kualitas hidup hewan kita (misalnya selalu dikandangkan sehingga kulit hewan terkontaminasi kotorannya), dan banyak hal lain yang tidak diketahui (misalnya tumor dan penyakit2 berat lainnya).


Dengan asumsi kita melakukan poin 1 (vaksinasi) dan poin 2 (sterilisasi), maka akan sangat banyak penyakit hewan peliharaan yang dapat diminimalisir. Ditambah dengan kasih sayang dan perawatan anjing yang benar, dapat diperkirakan hewan peliharaan kita akan sehat dan berumur panjang (misalnya anjing yang jika sehat, rata-rata usianya mencapai di atas 10 tahun).


Catatan untuk pengobatan anjing ras: kami perhatikan secara umum, anjing kampung atau lokal memiliki daya tahan yang lebih kuat secara fisik dibandingkan anjing ras, yang memang disebabkan karena proses kawin alamiah (bukan melalui breeding) dan generasi sebelumnya dan sejak lahir secara genetik adalah anjing yang hidup di Indonesia. Anjing ras membutuhkan teknik perawatan tertentu (bulu panjang harus dalam lingkungan ber-AC atau dingin), dsb.

Jadi, kembali lagi ke pertanyaan di atas: Apakah adopsi lebih mahal daripada membeli? 
Jawabannya adalah: TIDAK.
Mengadopsi lebih murah karena tidak ada biaya membeli, walaupun dengan biaya perawatan yang kurang lebih sama. Namun jika teman-teman mengadopsi, maka teman-teman memberikan kesempatan hidup yang lebih baik kepada hewan yang telantar, dan memberikan contoh agar tidak makin banyak lagi hewan-hewan yang diperjualbelikan di sekitar kita.

1 comment:

  1. Selamat Tahun Baru 2q014. Semoga Sukses dan Sejahtera menyertai kita sekalian. Pd kesempatan ini saya : Ibu Enni ingin sekali curhat ttg Anjing saya. Namanx Congtam. umur 5 thn. Dia pernah mnggigit (sedikit tdk bsr, seperti cubitan saja ditumit seorg ibu tetangga). Sejak itu kami jadi serba salah pd lingkungan kompl prmhan. Mrk tdk senang a kehadiran anjing dilingkungan ini. Saya ingin mencari 'keluarga' baru u Congtam. Help me pls.

    ReplyDelete