Sunday, June 23, 2013

Rest in Peace: SIMBA

Teman-teman,

Pada bulan Mei lalu, kami memposting daftar adopsi anjing jantan ARAC, dimana salah satunya adalah anjing jantan bernama Simba. Yang kami ketahui, Simba sudah berusia lanjut, minimal 8 tahun. Bulan Februari, Simba ditemukan dibuang di daerah Jakarta Utara, yang akhirnya oleh rekan kami dibawa ke dokter untuk diperiksa, disterilisasi dan divaksinasi. Pada saat itu, terdapat luka di bagian ekornya yang dinyatakan tumor oleh dokter yang merawatnya. Ekor Simba diamputasi, dan tumornya diangkat.


Di bulan Maret, ARAC membantu menampung Simba karena menyadari akan kecil kemungkinannya Simba diadopsi karena usianya. Namun kami tetap berusaha mencarikan adopter, dan kami masukkan ke dalam daftar adopsi.

 

Berita buruk datang sekitar awal Juni lalu, Simba mengalami penurunan kondisi.
Kami membawa Simba ke dokter untuk diperiksa, dan ternyata tumornya tumbuh kembali dan sudah membesar, yang tidak hanya menyerang ekornya namun juga di bagian tengkuknya. Dokter yang merawat menyatakan bahwa tumor tersebut tidak bisa dioperasi karena termasuk ganas (menyatu dengan otot). Jika dioperasi, besar kemungkinan lukanya tidak bisa sembuh karena akan terlalu banyak jaringan yang diambil. Selain itu, usia Simba yang sudah lanjut juga berisiko besar untuk dioperasi.


Sesuai saran dokter tersebut, kami mengobati Simba dengan menggunakan obat herbal untuk mengobati tumornya. Simba juga mengalami gangguan ginjal, sehingga kami juga menuruti saran dokter untuk mengobatinya dengan obat yang diresepkan. Sekitar satu minggu berikutnya, kami mendapat berita bahwa Simba tidak mau makan lagi, walaupun sudah dicoba dengan berbagai macam makanan yang disediakan.

Akhirnya kami bawa kembali Simba ke klinik, dengan harapan Simba bisa dirawat di sana dengan lebih baik. Namun kami harus menerima kenyataan bahwa kondisi Simba terus menurun, sekuat apapun kami berusaha. Akhirnya pada hari Kamis lalu, 20 Juni 2013, Simba meninggalkan kita untuk selamanya di klinik yang merawatnya. Perjuangannya telah berakhir, dan kami tahu Simba telah berjuang sekuat tenaganya untuk sembuh, walaupun takdir berkata lain.


Melalui berita ini kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk donatur ARAC, dengan bantuan teman-teman kami masih bisa memberikan perawatan di hari-hari terakhir Simba di klinik.


Rest in Peace, Simba. You're in good hands now.


Salam,
ARAC

4 comments:

  1. halo, apakah emailku sudah diterima? :)

    ReplyDelete
  2. Rest in peace Simba, selamat bermain-main bahagia selamanya di atas sana...

    ReplyDelete
  3. gk tega melihat itu, ingat masa lalu anjing kampung gw yg sekarat, gk ada yg mau di bawa ke dokter, kk gw blg ngapain anjing kampung di bawa ke dokter, dalam hati gw bukan masalah kampung / mahal, di mata gw sama, dia buth dokter, gk ada 1 pun yg mau antar dia, gw hanay menunggu sampai dia gk ada, sunggu jahat semua kk gw, gk ada perasaan , gmn kl dia sekarat, apa gw hrs blg ngapain dia ke dokter, org jahat gt? skrg pun gw ada anjing, sebelum pindah aman2, setelah pindah, kk gw yg jahat itu gk mau pindah dr rumah yg di beli, suruh buang anjing itu, semua keluarga gk mau ada anjing, tp gw tetap gk akan buang, walaupun gw di hidup di jalanan, mungkin bg org2 logika, gw org bodoh, tp gw gk pake logika, tp gw pake perasaan, sampe kini ada anjing peliharaan di daerah batu nunggal terlunta2, sampe bulunya lengket2, hanay keliling komplek, seandainya gw punya rumah disana, gw akan ambil dia, sayangnya gw belum ada rumah sendiri, kini pun gw di suruh ngontrak rumah kl tetap mau peliharan ini anjing, gw hanay berdoa kepada Tuhan, selaian dia gk ada manusia 1 pun yg bantu

    ReplyDelete
  4. turut berduka atas kehilangan simba, padahal anjingnya gagah
    http://www.celoteh-tanpa-batas.blogspot.com/

    ReplyDelete