Sunday, March 31, 2013

Kasus Bolly yang Memerlukan Amputasi

Rekan-rekan ARAC,

Persis 1 tahun lalu, yaitu bulan Maret 2012, Bolly masuk ke laporan kasus kami. Saat itu ARAC dengan kemampuan yang ada, masih bisa menampung Bolly yang memang dengan kondisi dua kaki belakang cacat, Bolly akan sulit mendapatkan rumah.


Tahun lalu, dokter yang merawat Bolly urung mengamputasi dua kaki belakangnya, karena dianggap Bolly tetap bisa berjalan dengan kondisi yang sama. Setelah dititip selama 4 bulan di klinik tersebut, bulan September 2012, Bolly dipindahkan ke Sindur, agar biaya inap bulanan di dokter bisa lebih diringankan lagi.

Awalnya Bolly bisa beradaptasi dengan sering dikandangkan di Sindur, dan sekali-sekali dikeluarkan agar bisa bermain dengan yang lain. Kami belum mempertimbangkan kursi roda, karena memperhitungkan ruang gerak yang terbatas di Sindur untuk Bolly, dan juga karena penggunaan kursi roda yang kurang praktis (harus dilepas, dipasang). Kondisi ini akhirnya membuat kaki Bolly luka (selain karena permukaan cornblock yang kasar, juga karena sering dikandangkan, kaki Bolly sering terkena kotorannya sendiri), yang awalnya kecil namun kemudian membesar, walaupun secara teratur diganti perbannya.

Akhirnya tanggal 28 Februari lalu Bolly dibawa ke klinik, dan setelah diperiksa dokter menyarankan agar kedua kaki belakangnya diamputasi. Ini dilakukan agar kedua kaki tersebut tidak tergesek ketika dia berjalan dengan bertumpu pada dua kaki depannya. Setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan Bolly yang ternyata baik (dengan tes darah lengkap), dan juga risiko luka kaki jika tidak sembuh bisa membusuk, maka Bolly diputuskan untuk dioperasi.

 
Awal Maret lalu, kami menengok Bolly setelah mendengar operasinya sukses, dan kami sangat senang melihatnya aktif bergerak setelah beberapa hari dioperasi. Bolly dari awal memperlihatkan semangat hidup yang sangat tinggi, ceria, dan layak menjadi contoh bagi kita semua untuk terus berjuang. Sejak dibawa pulang dari klinik, Bolly memperlihatkan kemajuan yang sangat baik, dan saat ini bisa digabung dengan beberapa anjing lain dalam 1 ruangan (tidak dikandangkan sendirian). Bolly juga menjadi favorit ketika beberapa anak sekolah berkunjung, karena dia sangat menyukai belaian kasih sayang manusia.




Biaya perawatan Bolly adalah 2,8 juta rupiah, dirawat selama 2.5 minggu di klinik (biaya mencakup operasi, tes darah 2x, biaya inap dan obat). Kami betul-betul berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan donasi, bahwa dengan donasi yang ada, Bolly bisa mendapat perawatan yang baik.

Namun kami sangat mengerti dan paham bahwa kami memiliki keterbatasan untuk bisa menolong kasus lain, dan untuk itu kami sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya. Saat ini kami fokus pada anjing-anjing yang kami tangani, dan turut membantu Shelter Pejaten, Pak Tri dan Bu Linda.
Terima kasih sekali lagi untuk bantuan dan kepedulian teman-teman semua.

Salam
ARAC

1 comment:

  1. So happy to follow this story about Bolly... :')
    Bln kmaren sy juga ikutan nyumbang sedikit, mudah2an berguna supaya bisa kepake utk bantu kebutuhan Bolly.
    Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda sekalian

    ReplyDelete