Wednesday, September 7, 2011

ADOPTED: KEANA - Kasus klasik penelantaran


Tidak berdaya melihat kasus-kasus yang semakin banyak? Tidak mampu menolong semuanya?
Sama, kami juga. Tapi ada pengecualian untuk kasus tertentu, di mana kita bisa membantu.


Keana - mix rottweiler - betina - diperkirakan usianya 9 tahun ke atas. Dibuang di daerah Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, sejak kemarin. Kenapa dibuang? Jelas sudah tua. Kenapa dibuang? Karena Keana sudah menyelesaikan "tugas"nya, yaitu menghasilkan keturunan sebanyak-banyaknya. Lihat kondisi bawah perutnya yang menggelambir, pertanda sudah beranak berkali-kali.

Pertanyaannya: "Apakah ada yang bersedia mengadopsi Keana?"
Jawabannya: Belum tentu ada. Karena usia sudah tua, ukuran badan besar, perlu perawatan kesehatan ekstra, dan tentu saja, sudah tidak cantik lagi. - (yang sehat terawat saja sulit sekali mendapat adopter, apalagi kondisi Keana)

ARAC berkunjung ke lokasi Keana tadi siang, dan berbicara dengan pelapornya, menyampaikan terima kasih sudah memberi makan Keana. Keana berkeliaran di trotoar, dan tidur di kolong mobil yang parkir di sekitar tempatnya dibuang. Tidak mudah menolong Keana karena tidak mau dipegang, walaupun sudah mau mendekat ke pelapornya. Mungkin Keana trauma, atau dia masih sangat kehilangan tempat tinggalnya.

Vaksinasi dan Sterilisasi
ARAC memutuskan untuk mensterilisasi Keana, dan juga diberikan vaksin agar lebih sehat. Perawatan seperti ini memakan waktu 7 - 10 hari di dokter hewan.

Jika ternyata ada yang bisa mengadopsi Keana, berarti setelah steril Keana tidak perlu kembali ke jalanan.
Jika tidak teradopsi, maka setelah perawatan, Keana akan kembali ke lokasi asalnya, dan dibantu dengan pelapor untuk diberi makan dan dirawat.

Catatan: Tidak ada satu shelter pun yang berkewajiban membantu anjing dan kucing telantar, atau semua kasus yang dilaporkan. Shelter punya kapasitasnya yang terbatas. Untuk Kasus Keana, kita membantu dengan kapasitas kita, yaitu menfasilitasi sterilisasi dan vaksinasi.

Ayo kita bantu Keana agar hidupnya tidak makin menderita, dengan meringankan kebutuhan biaya sterilisasi dan vaksinasinya, yang kemungkinan membutuhkan dana sekitar 2 juta rupiah (karena ukuran yang besar maka berpengaruh ke rawat inap dan proses operasinya).


"Kalau bukan kita yang membantu mereka, siapa lagi?

Salam
ARAC

No comments:

Post a Comment