Tuesday, July 13, 2010

Rest in peace: Baby Menderita Leptospirosis (Jakarta)

Rekan-rekan ARAC,

Bagi rekan-rekan yang mengikuti perkembangan sejumlah anjing-anjing telantar di daerah Grogol, ARAC memperoleh informasi tentang kondisi salah satu anjing di sana yang mengalami kondisi penyakit Leptospirosis yang sangat parah.

Baby, anjing betina berusia sekitar hampir 1 tahunan, sebelumnya saat dikunjungi di ruko Grogol sekitar 2 bulan lalu, masih menunjukkan kelincahannya, walaupun sangat sulit untuk didekati orang baru. Pada akhir minggu lalu, Bapak Nuh (seorang tukang sapu yang membantu merawat sejumlah anjing di ruko tersebut), memberitahukan kekuatirannya mengenai Baby yang makin lama semakin kurus dan akhirnya tidak mau makan.

Baby menunjukkan penurunan berat badan yang sangat drastis, sehingga tulang-tulangnya terlihat. Akhir minggu lalu ini juga, Baby langsung dibawa ke dokter hewan dan diperiksa keadannya, yang didiagnosa menderita penyakit Leptospirosis. Penyakit ini salah satunya ditularkan melalui kencing tikus, yang mungkin terminum oleh Baby karena sulitnya anjing jalanan memperoleh air minum yang bersih. Penyakit ini menyerang manusia maupun hewan, untuk penjelasan lebih lanjut silakan rekan-rekan membaca artikel penyakit ini di bagian bawah posting.

Dokter hewan yang merawat Baby menyatakan bahwa penyakit yang menyerang Baby sudah mencapai tahap lanjut. Saat ini Baby sedang dirawat walaupun risiko fatalnya penyakit ini cukup tinggi. Selain biaya pengobatan, jika Baby sembuh, nantinya Baby akan membutuhkan tempat baru, karena dengan historis penyakit ini, maka akan sangat berbahaya bagi Baby untuk kembali lagi ke ruko.

Untuk rekan-rekan yang bersedia membantu pengobatan penyakit Baby, silakan mendonasikan bantuan melalui rekening:
BCA 436 1585 636 a/n Sheirley Tiolina Pasaribu

Terima kasih untuk bantuan teman-teman semua.


Tentang Penyakit Leptospirosis

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp.dan dapat menyerang hewan dan manusia. Bakteri ini memiliki banyak sekali jenis sehingga sulit mendapatkan kekebalan melalui vaksinasi. Untuk menghindari tertularnya penyakit ini dapat dilakukan vaksinasi, tapi hanya efektif untuk beberapa jenis (strain) saja.

Penyebaran
Leptospirosis menular antar hewan terjadi melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi, melalui kontak kelamin pada saat pacak (venereal) dan penularan induk ke janin (placental) dan atau luka gigitan. Peningkatan infeksi paling sering terjadi di kennel. Penularan secara tidak langsung terjadi karena terkontaminasinya sumber air, tempat makanan, tempat minuman dan bahkan kandang. Habitat Leptospira yaitu pada air yang tergenang dan air yang mengalir lambat. Biasanya penyakit akan meningkat pada musim banjir. Pada daerah kering, infeksi terjadi di daerah sumber air. Tikus adalah salah satu hewan yang biasa disebut sebagai hewan carrier yang dapat menyebarkan bakteri ini.

Harapan hidup Leptospira akan berkurang apabila di bekukan. Hal ini menjelaskan kenapa infeksi lebih sering terjadi pada daerah tropis dan dapat terjadi setiap saat.

Infeksi
Leptospira penetrasi dan memperbanyak diri pada membran mukosa atau kulit lalu akan masuk ke dalam aliran darah. Selanjutnya akan menginfeksi organ ginjal, hati, limpa, sistem saraf, mata dan saluran pencernaan. Bakteri ini lebih tahan lama dalam organ ginjal dan dapat bertahan selama beberapa minggu atau sampai sebulan dalam urin. Setelah 7-8 hari post infeksi, hewan akan dapat bertahan, kerusakan pada hati dan ginjal tidak terlalu kelihatan.

Gejala
Pada kejadian akut hewan akan mengalami panas tinggi, menggigil, dan otot menjadi lemah. Muntah dan dehidrasi. Beberapa kasus anjing akan mengalami Suhu badan rendah (hipotermia) dan dapat terjadi kematian sebelum kerusakan pada hati dan ginjal terlihat.

Pada infeksi subakut, gejala yang terlihat antara lain, demam, muntah, nafsu makan menurun, dehidrasi, dan rasa haus yang meningkat. Anjing akan menjadi pendiam/malas karena rasa sakit pada otot dan ginjal. Gangguan pada organ hati akan menimbulkan warna kuning pada kulit dan selaput lendir (ikterus). Gangguan pada hati dan ginjal akan terlihat setelah infeksi berjalan selama 2-3 minggu. Pada anjing yang mengalami infeksi kronik atau tanpa gejala (subklinik) tidak memperlihatkan gejala yang signifikan. Bakteri akan berada dalam urin selama berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.

Terapi
Pemberian antibiotik seperti penisillin dan derivatnya, infus untuk mengatasi dehidrasi, dan kontrol muntahnya merupakan realisasi dari gangguan hati dan ginjal. Perawatan yang intensif dibutuhkan pada saat hewan menunjukkan gejala penyakit dan kemungkinan harus diberikan pengobatan setelahnya untuk mencegah hewan tersebut menjadi hewan carrier.

Pencegahan dan vaksinasi
Karena manusia dapat tertular maka jagalah kebersihan hewan, tempat makanan, tempat minuman, kandang dan hal-hal yang berpotensial yang dapat terkontaminasi oleh bakteri Leptospira.

Vaksinasi adalah salah satu cara untuk memproteksi hewan dari infeksi Leptospira. Saat ini vaksin yang ada belum dapat memproteksi hewan dari semua strains Leptospira. Pada kucing tidak tersedia vaksin Leptospira karena infeksi pada kucing sangat jarang terjadi.

Vaksin Leptospira dapat memproteksi anjing selama 6-8 bulan. Anjing dengan tingkat infeksi yang tinggi dapat dilakukan vaksinasi dua kali dalam setahun. Vaksinasi pada anjing di bawah 8 minggu sebaiknya tidak menggunakan vaksin yang mengandung Leptospira. Biasanya dokter hewan memberikan vaksinasi pertama pada anjing umur 12-16 minggu. Di karenakan infeksi Leptospira yang dapat berakibat fatal maka disarankan bagi anda yang memiliki anjing untuk berkonsultasi dengan dokter hewan anda.


* Update 14-7-2010

Dari rekan kami Juli, kami mendapat kabar bahwa Baby sudah kembali ke tangan Bapa. Selamat tinggal Baby... Terima kasih untuk bantuan dan perhatian dari teman - teman sekalian.

12 comments:

  1. Inalillahi wa inalillahirojiun...
    Akhirnya berakhir juga semua beban dan penderitaanmu selama ini, semoga damai selalu di sisiNya...Amin

    ReplyDelete
  2. aku jadi sedih,jadi ingat puppy ku archie,,istrhat yg damai y baby,,amin,,

    ReplyDelete
  3. Haduhhh....setiap kali aku melihat binatang terlunta2 dan kondisi menyedihkan selalu aja aku sangat sedih....dunia terlalu kejam utk hewan2 tak berdosa ini

    ReplyDelete
  4. huuu ksian bgd kmu baby...
    moga2 bisa duduk di smpuing Allah

    ReplyDelete
  5. BABY, we love you. Semoga Baby mendapatkan posisi yang terbaik di samping Nya... Selamat jalan, Baby...

    ReplyDelete
  6. cuman orang yg gx punya hati aja yg setega itu sma pliharaanny sndri..
    we love u BABY

    ReplyDelete
  7. baby, smoga km ktemu Bon Bon, anjingku yg udah mati.
    main" bareng ya..sampaiin k dia klo ak sayang sm dia :)
    smoga km senang d atas sana. :))

    ReplyDelete
  8. I know, Baby sekarang sedang main2 ama anjing2 lain di surga...we love you, Baby... :)

    ReplyDelete
  9. i love you baby

    ReplyDelete
  10. sedih sekali,semoga km dpt terlahir dialam yg bahagia ya baby

    ReplyDelete
  11. Aku juga baru kehilangan anjing kesayangan tgl. 8 Mei kemarin yang bernama Melly, air mata belum kering menangisi kepergiannya.... pasti Melly & Baby sudah saling bertemu di Surga... we love u all... Rest in peace babe....

    ReplyDelete