Sunday, February 28, 2010

Pejaten Shelter: 27 Februari 2010

Dear rekan-rekan ARAC,

Seperti yang rekan-rekan sudah diinformasikan melalui posting-posting sebelumnya, Shelter Pejaten saat ini menghadapi tantangan dari lingkungan, dengan bentuk ancaman yang dilakukan adalah Satpol PP mendatangi shelter setiap hari dengan memberikan surat-surat peringatan.

Photobucket
Selain itu, minggu ini juga diramaikan dengan berita eliminasi yang beredar melalui SMS maupun email, yang menyebarkan informasi akan dilakukan eliminasi terhadap banyak anjing di daerah Pasar Minggu. Dalam menghadapi berita seperti ini, sebaiknya rekan-rekan segera mencari tahu kebenarannya dengan menghubungi nomor yang tertera, dan tidak bersikap reaktif.

Hingga tanggal 27 Februari 2010, penghuni shelter pejaten menunjukkan kondisi yang relatif cukup baik, walaupun saat ini mulai terserang oleh kutu caplak yang kemungkinan terkait dengan kondisi kebersihan penghuni maupun tempat. ( silahkan klik gambar untuk melihat lebih jelas)



Photobucket
Dengan tantangan yang dihadapi shelter pejaten saat ini, bantuan yang paling diperlukan adalah ADOPSI:
- Shelter Pejaten menyeleksi dengan ketat kandidat adopter (mohon dipahami walaupun terdesak oleh waktu, shelter tidak serta-merta menghibahkan penghuni begitu saja)
- SERINGlah berkunjung ke shelter (bukan hanya datang sekali kemudian berkali-kali menghubungi untuk minta disurvey)
- Kedatangan yang cukup sering ke shelter akan berguna untuk mengenali sifat dan karakter dari hewan yang akan diadopsi, karena sekali saja datang tidak akan menggambarkan keseharian dari anjing dan kucing yang Anda minati
- Shelter Pejaten TIDAK akan melayani pertanyaan yang hanya menanyakan, "Apakah ada anjing atau kucing RAS?" - kami tidak memandang jenis dari hewan yang kami rawat dan pelihara, dan adopter yang kami cari adalah mereka yang memiliki pandangan yang sama.
- Penggantian biaya vaksin dan sterilisasi: Merawat anjing dan kucing membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar. Berpikirlah ulang jika Anda masih mempertanyakan mengapa biaya steril mahal (sementara jika hewan peliharaan Anda sakit, biaya perawatan/medis bisa jauh lebih besar lagi).

Photobucket
Silakan datang ke shelter pejaten untuk memahami lebih jauh tentang kondisi saat ini, dan tunjukkan bahwa Anda memang penyayang hewan sejati.

Shelter

Shelter2

Jam kunjungan Shelter Pejaten: Setiap hari Sabtu, mulai jam 9 pagi hingga 6 sore.

7 comments:

  1. mba saya berencana mau ngadopsi anjing. gimana caranya ya?

    ReplyDelete
  2. Mbak Andriana,

    silahkan hubungi adopsianjing@gmail.com. Kirimkan data singkat Anda, dan kunjungi shelter untuk melihat langsung. Thanks.

    ReplyDelete
  3. semangat ya bu.

    saya hanya bisa membantu menyumbang sedikit :(
    semoga makin banyak yang tergerak membantu dan mengadopsi.

    Dyah a

    ReplyDelete
  4. Bu, saya justru mau memberikan anjing kami untuk diadopsi, sebetulnya kami sekeluarga sayang sama si bury apalagi putri kami yang ke dua, tetapi setiap kali lari keluar rumah pasti menggigit orang sehingga banyak urusan, dan biaya yang keluar, barang siapa yang mencari anjing penjaga (mungkin gudang, bengkel)boleh mengadopsi anjing kami gratiiiiis, dia sehat, pemberani (jangan kata anak kecil, orang dewasa juga digigit), tahan banting, bulunya tebal warna hitam, mata tajam seperti serigala.

    Sebetulnya saya berniat "menidurkan dia" tapi setiap kali putri saya selalu menangis, jadi saya ga tega, dia bilang kasih ke orang saja (semua teman saya takut karena sifatnya), atau dilepas ke hutan biar bisa berburu binatang (sekarang mana ada hutan lagi?).

    Bila ada yang berminiat mengadopsinya kami akan mengantarnya ketempat ibu tks

    ReplyDelete
  5. Pejanten. Shelter itu nama orang atau tempat ?
    Klo tmpat d mana yh ada gk di padang pengen anjing ni buat temen main

    ReplyDelete
  6. Dear Pejaten Shelter Team,

    Bisa minta alamat lengkap dan no. telpon yang bisa dihubungi?

    ReplyDelete
  7. Kalo boleh tau si bury jenis anjing apa?
    Hanya sekedar ingin tau..
    Saya juga ingin adopsi anjing.

    ReplyDelete